>FIFA Tidak Buta Melihat Kebobrokan PSSI

>Keputusan FIFA mengambil alih PSSI menunjukkan bahwa Federasi Sepak Bola
Dunia tersebut tidak buta terhadap kebobrokan yang terjadi di induk sepak bola tertinggi di Indonesia itu.
“Jelas, FIFA melihat kebobrokan di PSSI sehingga LPI (Liga Primer Indonesia) tidak bisa teratasi dan kongres yang
kacau,” ungkap pengamat sepak bola, Edi Elison, saat dihubungi Kompas.com, Senin (4/4/2011).
Dua hal tersebut memang menjadi pemicu FIFA, dalam hal ini Komite Darurat, untuk mengambil alih PSSI sesuai
dengan Artikel 7 Ayat 2 Statuta FIFA. Edi berpendapat, Menpora dan KONI/KOI harus berperan aktif menyikapi keputusan FIFA.
“Sudah jelas keputusan ini ke arah yang lebih baik. PSSI dihukum karena tidak mampu. Menurut saya, Menpora yang memegang bola
setelah tidak mengakui kepengurusan PSSI di bawah kepimpinan Nurdin Halid harus berkomunikasi dengan Dubes RI di Swiss untuk
meminta penjelasan mengenai hal ini kepada FIFA, sebelum adanya surat resmi dari FIFA,” beber Edi, yang juga pernah menjadi
pengurus PSSI.
Dalam keputusannya, FIFA menyatakan, empat kandidat yang ditolak oleh Komite Banding PSSI pada 28 Februari 2011 lalu (Nurdin Halid,
George Toisutta, Nirwan Bakrie, dan Arifin Panigoro) tidak bisa masuk sebagai kandidat Ketua Umum PSSI. Terkait hal itu, Edi justru
menilai cacat pembentukan Komite Banding dan Komite Pemilihan yang dibentuk PSSI beberapa waktu lalu.
“PSSI membentuk Komite Banding yang tidak sesuai dengan electoral code FIFA. Mereka langsung menunjuk sendiri anggota komite-
komite tersebut. Seharusnya Komite Banding dan Komite Pemilihan dibentuk lewat keputusan kongres,” jelas Edi.
Sebagaimana diberitakan, Komite Normalisasi akan mengambil alih Komite Eksekutif PSSI saat ini. Misi Komite Normalisasi adalah
menyelenggarakan pemilihan berdasarkan electoral code FIFA dan Statuta PSSI sebelum 21 Mei 2011 untuk mengakomodasi liga yang
berada di luar. Dengan demikian, nantinya liga itu (LPI) bisa di bawah kontrol PSSI atau menghentikannya secepat mungkin. Komite
Normalisasi nantinya juga menjalankan aktivitas PSSI hari demi hari dalam semangat rekonsiliasi demi kebaikan sepak bola Indonesia.
Komite Normalisasi tersebut terdiri dari para insan sepak bola Indonesia yang tidak akan bisa duduk dalam sebuah posisi di PSSI dan
akan bertindak sebagai komisi pemilihan.

Posted on 6 April 2011, in News,Otomotif. Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

  • Blog Stats

    • 1,071,898 hits
  • Arsip

  • Kategori

  • Masukkan alamat surel Anda untuk berlangganan blog ini dan menerima pemberitahuan tulisan-tulisan baru melalui surel.

    Bergabunglah dengan 20 pengikut lainnya

  • %d blogger menyukai ini: