>Pakai High Heels Bisa “Turun Berok”

>

Menggunakan high heels saat ini seperti menjadi kebiasaan yang sulit dibiarkan. Sepatu tinggi membuat wanita terlihat seksi dan membuatnya percaya diri. Tetapi, ternyata ada bahaya yang mengintip di balik sepatu-sepatu cantik itu. Salah satunya, hernia rahim atau lebih awam dikenal “turun berok”.
Usai konferensi pers yang berlangsung di Ultimo Aesthetic & Dental Center, dr Liza Suzanna, Estetik Umum mengungkapkan, “Sepatu high heels bisa merusak banyak hal, karena ia membuat aliran darah tidak lagi lancar.” Menurut dr Liza, telapak kaki kita yang melintang, saat menapak pada lantai datar akan menopang keseluruhan berat tubuh, dengan titik berat terutama pada tumit. Namun, saat kita mengenakan sepatu hak tinggi, tumit terangkat, dan ujung kaki di bawah. Hal ini mengakibatkan seluruh berat badan kita bertumpu pada bagian tengah telapak kaki yang miring tadi, atau pada sepertiga belakang telapak kaki.
“Kita hidup dengan aliran darah di dalam tubuh yang mengalir dari atas ke bawah dan kembali lagi ke atas, dalam arti darah itu berputar di tubuh kita. Karena kita hidup di bumi yang memiliki gravitasi, darah yang mengalir ke bawah jadi lebih mudah. Sehari-harinya, tanpa kita mengenakan sepatu hak tinggi saja darah yang mengarah ke atas sudah cukup berjuang, bagaimana dengan dipakaikan sepatu hak tinggi? Darahnya jadi makin sulit mengalir lancar,” jelas dr Liza lagi.
Awalnya, kita pikir mengenakan sepatu hak tinggi akan membuat otot pada bagian belakang tubuh terbentuk dan kencang, tak sedikit yang berpikir, hal itu akan menguatkan otot panggul serta organ bagian dalam. Ternyata tidak begitu, “Ya, bagian otot kaki dan bokong terasa kencang, tetapi di saat yang bersamaan, darah sulit mengarah ke sana, sementara tubuh butuh nutrisi yang ada di darah. Lama kelamaan, sepatu hak tinggi yang melemahkan pembuluh darah, bisa memicu varises, hemorrhoid (varises pada anus), osteoporosis, bahkan turun berok (hernia rahim), karena organ-organ tubuh kan butuh nutrisi dari darah, tetapi darahnya tidak lancar, ototnya jadi lemah.”
Dr Liza menyarankan agar tidak selalu sering mengenakan sepatu berhak tinggi, khususnya yang lebih tinggi dari 3-5 cm. Sebaiknya kenakan bergantian dengan sepatu hak datar. Jika pun ingin mengenakan sepatu hak tinggi dan sangat tinggi, pastikan tidak terlalu lama, lalu ganti lagi. Tak hanya bermasalah pada peredaran darah, terlalu sering mengenakan sepatu berhak tinggi juga bisa membuat otot pada betis memendek, dan ini akan berbahaya karena bisa menyebabkan sakit yang luar biasa.
Iklan

Posted on 4 Maret 2011, in Gaya Hidup, informasi, News, pengetahuan, Tips dan Trik. Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

  • Blog Stats

    • 1,079,283 hits
  • Arsip

  • Kategori

  • Masukkan alamat surel Anda untuk berlangganan blog ini dan menerima pemberitahuan tulisan-tulisan baru melalui surel.

    Bergabunglah dengan 20 pengikut lainnya

  • %d blogger menyukai ini: